Lautan sumba
Perjalanan di laut Sumba lebih ke pengalaman sih jadi waktu itu aku dari Jogja pergi ke Tegal jadi aku ikut kapal nelayan cakalang awalnya sih bukan cakalang tapi lebih ke kapal cumi yang dari Tegal berangkatnya, waktu itu karena kapal yang dari Tegal sudah penuh alhasil aku dilempar ke kapal yang ada di Banyuwangi yaitu kapal cakalang jadi dari Tegal kita naik bis lagi ke Banyuwangi itu hampir 24 jam karena kita kan naiknya travel dari Tegal itu,
Nah di sampai ya di Banyuwangi itu langsung naik kapal jadi sampai di Banyuwangi kita di pelabuhannya aku langsung bantu-bantu untuk prepare perbekalan di kapal yang bakalan kapal itu berlayar sampai awalnya bilangnya 3 bulan ya endingnya walaupun sampai 5 bulan, ya seperti biasa lah aku di situ kenalan sama awak kapalnya ABK gitu ketemu sama ama kaptennya dikenalin sama wakilnya ya intinya semuanya lah, karena aku tuh awalan dan awam banget jadi nelayan ya sebenarnya pekerjaan itu aku ambil karena ada sesuatu hal yang terpaksa aku harus ambil angka itu di situ adalah dunia baru banget buat aku yang pekerjaan darat yang biasanya aku kerjain beda banget pertama kalinya aku nginjek kapal nelayan experience pertama yang kurasakan itu adalah gila sih itu kapal gede ternyata karena mampu menampung hampir 500 ton dengan paha hampir 12 atau 13 lebih itu mungkin ya dan itu pasti harus penuh kalau mau dapat duit aku di situ bareng sama orang yang dari Jogja juga yang bernama samaran Andi nah aku sama Andi itu sebenarnya dari Jogja berangkat ke Tegal ketemu sama Paijo panggilannya Paijo nama aslinya sih Rendy cuman karena waktu ketemu di Tegal aku tuh manggil dia itu bro, itu dia nggak nyaut jadi aku panggil Jo Paijo oh ternyata dia malah nyaut dan lucunya temen aku yang si Andi ini juga manggil Paijo selama perjalanan dari Tegal ke Banyuwangi intinya bertiga lah kita ya
Nah kita bertiga itu adalah awak kapal atau ABK baru yang belum berpengalaman yang berpengalaman cuman si Andi doang aku sama Paijo itu tidak ada pengalaman jadi pure kita benar-benar orang awam yang tiba-tiba suruh kerja jadi nelayan aku basicnya yang kerja jauh banget pokoknya ya paling kasar sih kuli bangunan atau enggak bengkel gitu tiba-tiba disuruh bukan disuruh sih lebih terpaksa kerja jadi nelayan pasti itu banting setir atau bisa dikatakan ganti ahli profesi yang terjun payung banget gitu kan biasanya orang itu awalnya tinggal di pantai terus jadi nelayan kecil pinggiran gitu mancing padahal aku pun juga mancing itu ataupun jaring ikan aja nggak tahu caranya gimana kalau mancing di sungai sih sering tapi kalau di laut itu enggak pernah mancing di laut main air sama main pasir iya jadi itu benar-benar baru banget sih di hidupku itu, waktu itu kalau bukan karena terpaksa aku juga nggak milih pekerjaan ini tapi kenapa pilih pekerjaan ini karena satu aku mikir karena kos-kosan di Jogja aku belum bisa bayar kedua aku nggak ada uang sepeserpun cuman rp50.000 aja jadi daripada aku kriminal, maksud aku daripada aku maling atau berbuat yang jahat gitu kan atau merugikan orang lain mending aku merugikan diri sendiri jadi aku milih pekerjaan itu tapi entah kenapa emang ditakdirkan harus kerja di laut tuh satu aku suka nonton one piece 2 emang aku tuh lahir di pesisir pantai di salah satu kota di Kalimantan Timur yaitu Balikpapan dan ya apa salahnya gitu alasan aku memilih pekerjaan ini
Setelah semuanya kita berangkat wah pokoknya itu kapal sih emang bersandar agak lama ya jadi aku sampai di Banyuwangi itu satu atau enggak dua malam kita belum langsung berangkat karena emang harus nunggu kalau nggak salah cuaca atau enggak oh oh ya waktu itu harusnya kenceng jadi sempat berangkat terus balik lagi karena ternyata kapal nggak kuat harusnya lagi kenceng jadi di laut itu ya kita pasti berlawanan atau bermusuhan dengan arus lah udah kapal di tengah 1 mil lah dari pinggiran itu balik lagi karena harusnya sangat-sangat tidak bersahabat aku di sana udah deg-degan sih kayak apa namanya buset nggak bakal nginjek tanah lagi nih darat lagi nih di situ kayak uh super super deg-degannya perasaan karena ini laut dan bro laut kita berbulan-bulan nanti di tengah laut bayangin ada badai apalagi kalau nonton Titanic ya film Titanic gitu kan ngeri juga di tengah laut tiba-tiba enggak ada siapa-siapa ya pokoknya bayangan-bayangan kengerian laut itu udah terbayang semua tapi di sisi lain ini pas hari kedua kalau masalah itu kita berangkat karena arus yang sudah mendukung perasaan hati salah satu itu juga risau satu sisi juga memantapkan diri untuk berani dan akhirnya kapal kita berangkat,,,

Comments
Post a Comment